BERITA

E-Gov Voices 3


2019-05-02T00:00:00

Pada hari Sabtu, tanggal 8 Desember 2018 HIMIP Universitas Amikom Yogyakarta mengadakan acara seminar dan diskusi umum yang membahas mengenai HAM, Pembangunan dan Investasi Di Indonesia Timur. Acara tersebut menghadirkan 2 pembicara yaitu hadir Direktur Mining Governance, Kemitraan Jakarta Bapak Miftah Adhi Ikhsanto, S.IP., Mi. OP dan Direktur Eksekutif Yayasan Satunama Bapak William E. Aipipidely. Hadir pula Ignasius Jaques Juru S.IP., M.A Peneliti Research Centre For Politics and Government FISIPOL UGM sebagai moderator. Dengan tema “Refleksi HAM, Pembangunan dan Investasi Di Indonesia Timur: Pengalaman para pengiat dan Praktisi Pembangunan”.

Peserta Yang Berjumlah 64  Oang Dari Berbagai Perguruan Tinggi Yang Mengikuti Acara Seminar dan Diskusi Umum. Acara seminar tersebut terbagi menjadi dua sesi diskusi. Sesi pertama dibuka oleh Miftah Adhi Ikhsanto, S.IP., Mi. OP beliau memberikan paparan tentang masalah-masalah yang dihadapi di Indonesia Timur.

 

Permasalahan yang muncul seperti permasalahan pembangunan seperti kepadatan penduduk yang rendah, minimnya infrastruktur, jarak antar wilayah yang relative jauh, rawan bencana, SDM dan sarana prasarana belum memadai, rentan konflik akibat kesenjangan sosial serta SDA laut tidak sepenuhnya dapat dikuasai. Beliau juga mengatakan infrastruktur di Indonesia Timur sangat kurang hanya ada beberapa sekolah dan tempat kesehatan yang fasilitasnya kurang memadai selain itu akses jalan dan transportasi kurang mendukung.

 

Miftah Adhi mengatakan pendekatan yang digunakan untuk mengatasi masalah sosial yang ada di Indonesia Timur adalah dengan menggunakan konsep science of governance dan science of market. Sebenarnya SDA yang ada di Indonesia Timur melimpah yang dapat meningkatkan masa depan Indonesia Timur. Hanya saja masalah yang dihadapi Indonesia timur adalah dalam mengembangkan SDA yaitu kurangnya desain industri yang sesuai dengan wilayah Indonesia Timur. Kini tingkat pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia Timur mulai mengalami kenaikan yang signifikan yakni sebesar 5% meskipun masih dibawah Jawa dan Sumatera namun sudah diatas Kalimanta tutur Miftah Adhi.

Sesi dua, pembicara kedua adalah William E. Aipipidely seorang Direktur Eksekutif Yayasan Satunama. Dalam pemaparannya Bang Willi menjelaskan bahwa Masyarakat yang ada di Indonesia Timur memiliki solidaritas marginal yakni menganggap golongannya bukan apa-apa dan masih dibawah Indonesia Barat. Sehingga mereka merasa seperti dianak tirikan. Banyak situasi marginal yang terjadi di Indonesia timur. Sehingga dapat menyebabkan konflik berkepanjangan antara Indonesia Timur dengan pemerintah seperti keinginan suatu wilayah Indonesia Timur untuk memisahkan diri dari Indonesia. Selain itu banyak alasan lain yang mengandung adat istiadat, suku, ras, budaya dan agama, di Indonesia Timur ada beberapa agama local yang tidak diakui di Indonesia. Sehingga masyarakat yang  memiliki kepercayaan tersebut mengasingkan diri dari Indonesia.

Bang Willi memberikan solusi yang dapat dilakukan adalah dengan cara berkembang dan tidak perlu merasa marginal. Serta harus memiliki cara pikir baru untuk dapat merubah Indonesia Timur untuk menjadi lebih baik lagi. Sebagai mahasiswa yang berasal dari Timur seharusnya dapat membangun prinsip baru dan dapat merubah lokus agar tidak marginal. Aspek citizen harus dapat dijadikan acuan untuk penegakan hukum. Era digital dapat membangun proses pemerataan pembangunan.

Dari kedua pembicara tersebut dapat disimpulkan masalah-masalah yang terjadi di Indonesia Timur adalah persoalan pembangunan dan infrastruktur. persoalan tata kelola pemerintah, problem science of market, kurangnya interaksi pemerintah dengan masyarakat di Indonesia timur, tingginya konflik dan kesenjangan social, sikap masyarakat yang bersifat marginal, serta pola piker yang kurang maju di Indonesia timur.

Pemberian Cinderamata Kepada Pembicara

 

Sebagai ucapan tanda terima kasih kepada pembicara prodi Ilmu Pemerintahan memberikan cinderamata yang langsung diserahkan oleh Ferri Wicaksono, S.IP., M.A. selaku Dosen Prodi Ilmu Pemerintahan kepada  Miftah Adhi Ikhsanto, S.IP., Mi. OP dan  Bapak William E. Aipipidely selaku pembicara.

 

Sekitar pukul 12.00 WIB, kegiatan seminar dan diskusi umum selesai diselenggarakan. dan dilanjutkan dengan foto bersama keluarga besar Progam Studi  Ilmu Pemerintahan  Universitas Amikom Yogyakarta.

(EN)